Rakor Perencanaan Program – Anggaran Undana di Besipae, Ini Alasannya

Sharing is Caring

Besipae, Desa Pubabu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kian istimewa dan menarik perhatian. Bukan karena Besipae jadi lahan perebutan masyarakat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT. Tapi menurut rencana, Universitas Nusa Cendana (Undana) akan melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) di wilayah itu.

Jika biasanya rakor Undana dilakukan di tempat yang representatif dan nyaman. Namun, di tengah keberatan sejumlah pihak, pimpinan Undana lebih memilih Besipae menjadi lokasi Rakor perencanaan program dan anggaran.

Ada alasan dan pertimbangan bagi pimpinan Undana memilih Besipae jadi lokasi rakor. “Banyak pertimbangan melakukan rakor di Besipae.Walaupun Warek II laporkan ke saya, ada yang keberatan karena rakor di hutan dan fasilitas juga terbatas,” tandas Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D ketika menyampaikan sambutan pada acara pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat di lingkungan Undana di Auditorium, Kamis (17/6/2021).

“Beberapa waktu lalu, Gubernur NTT juga tertibkan lahan di Besipae dan akhirnya terjadi keributan hingga dilaporkan ke Komnas HAM, tetapi aset Undana relatif kita masih jaga,” ungkap Rektor.

Aset Undana

Alasan pertama, rakor digelar di Besipae, sebut Rektor, karena Undana memiliki aset di Besipae. Kendati tidak menyebut berapa luas, tetapi aset Undana yang dimaksud adalah lahan pertanian. Rektor mengaku, sejak 1986 aset Undana terkesan terbengkalai meskipun beberapa pegawai Undana ditugaskan di sana.

Bahkan, cerita Prof. Fred, beberapa waktu lalu ketika pihaknya ke Besipae, terjadi keributan namun tidak menimbulkan kontak fisik. Menurut Rektor, hal itu menjadi salah satu alasan yang membuat Undana tak dilaporkan ke Komnas HAM. “Waktu kita pergi, diprotes oleh sejumlah orang, karena sudah sekian lama aset Undana tidak pernah disentuh. Padahal pegawai kita di sana tetapi jarang kita manfaatkan. Kita semua ke sana (Besipae) kali ini, supaya kita tahu bahwa ada aset kita yang harus kita manfaatkan,” tegas Prof. Fred.

Dukung TJPS NTT

Pemprov NTT, jelas Prof. Fred, sudah meminta Undana untuk mendukung salah satu program yakni Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS). “Prov NTT meminta dukung program TJPS dengan sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian yang ikut Program Merdeka Belajar,” ujarnya. Karena itu, Undana perlu mendukung Pemprov NTT sehingga lahan pertanian Undana di Besipae segera dimanfaatkan dengan baik.

Untuk diketahui, Rakor bidang Perencanaan dan Keuangan yang akan dilaksanakan di Besipae tersebut akan berlangsung selama tiga hari mulai Jumat (18/6/2021) hingga Minggu (20/6/2021) dan akan dihadiri setiap pimpinan unit di Undana (rfl).

Sumber : https://undana.ac.id/rakor-perencanaan-keuangan-undana-di-besipae-ini-alasannya/

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *